Dukungan Keluarga Sukanto Tanoto Ke Dalam Penyembuhan Penyakit Berbahaya

riset penyakit berbahaya
Sumber Img: inside-rge.com

Kondisi kesehatan masyarakat menjadi perhatian penting Sukanto Tanoto. Melalui Tanoto Foundation yang didirikannya, ia mendukung sejumlah riset tentang penyakit-penyakit berbahaya.

Sukanto Tanoto adalah pendiri sekaligus Chairman Royal Golden Eagle. Ini adalah sebuah korporasi kelas internasional yang berkecimpung dalam industri sumber daya. Saat ini, RGE sudah memiliki aset hingga 18 miliar dolar Amerika Serikat serta mempekerjakan karyawan sampai 60 ribu orang.

Selain dikenal sebagai pebisnis ulung, Sukanto Tanoto juga aktif dalam kegiatan filantropi. Ia mendirikan Tanoto Foundation bersama istrinya, Tinah Bingei Tanoto, pada 2001.

Lewat yayasan sosial tersebut, Sukanto Tanoto dan keluarganya berbuat sesuatu demi masyarakat yang lebih baik. Secara khusus, ia memang memiliki mimpi untuk menghapuskan kemiskinan dari Indonesia. Sukanto Tanoto percaya hal tersebut bisa diwujudkan lewat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas hidup.

Wujud nyata beragam kegiatannya sangat beragam. Salah satunya upaya peningkatan kualitas hidup yang dilakukan dengan memberi dukungan terhadap upaya penyembuhan sejumlah penyakit berbahaya. Tanoto Foundation mendukung riset-riset tentang penyakit tersebut.

Saat ini, penyakit tidak menular ternyata sudah menjadi momok. Data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan yang melakukan survei selama 2014 bisa dijadikan contoh.

Pada tahun itu, Balitbangkes mendata 41.590 kematian sepanjang 2014. Dari sana tergambar sejumlah penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di negeri kita.

Adapun lima besar penyakit paling mematikan di Indonesia adalah Cerebrovaskular seperti pada pasien stroke, penyakit jantung iskemik, diabetes melitus, tubercolusis pernapasan, serta hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan komplikasi. Penyakit-penyakit tersebut biasa disebut penyakit tidak menular atau degeneratif.

Kondisi ini cukup menarik. Pasalnya, keberadaan penyakit menular justru tidak terlalu berbahaya. Hal ini menandakan bahwa gaya hidup modern dengan diet buruk, tingkat stres tinggi, serta minim aktivitas fisik memperburuk kesehatan.

Melihat kondisi mengkhawatirkan tersebut, Sukanto Tanoto tidak tinggal diam. Ia ingin berbuat sesuatu supaya risiko kehadiran kejadian tragis akibat sejumlah penyakit mematikan tersebut bisa dikurangi atau bahkan hilang.

Salah satunya dilakukan terkait problem kardiovaskular. Dalam bidang yang terkait kesehatan jantung tersebut, melalui Tanoto Foundation yang didirikannya, Sukanto Tanoto memberikan dukungan terhadap riset yang dilakukan Profesor Stuart Cook.

Ia adalah seorang pakar kardiovaskular asal Amerika Serikat yang mengepalai Duke-NUS Cardiovascular and Metabolic Disorders Signature Research Programme. Secara khusus, Cook mendapat dukungan dari Tanoto Foundation dalam upayanya menemukan obat untuk berbagai problem jantung.

Lebih spesifik, Cook meneliti faktor genetis terkait penyakit jantung yang menyerang masyarakat di Asia. Ia hendak mencari tahu apakah ada kaitan antara DNA dengan kematian mendadak pada usia muda akibat problem kardiovaskular.

"Kami mencari masalah terkait kelistrikan jantung yang menyebabkan kematian mendadak dalam usia muda. Secara khusus ini mengacu kepada sejumlah kejadian di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Sampai saat ini, dari sudut pandang genetik, kami belum tahu seperti apa ukuran normal di Asia. Jadi, ketika saya mengamati DNA orang dari Indonesia atau Singapura, saya melihat banyak hal yang belum pernah saya temukan," ujar Cook.

Tanoto Foundation perlu memberi dukungan karena melihat betapa besar bahaya yang ditimbulkan problem kardiovaskular. Mereka berharap penelitian yang didukung akan menghasilkan terobosan baru dalam penanganan penyakit jantung.

"Jumlah penyakit jantung yang diderita oleh orang Asia semakin meningkat. Dengan dukungan yang diberikan, kami berharap bisa mempercepat penemuan cara supaya dokter lebih bisa menangani problem kardiovaskular dengan efektif," ucap Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Belinda Tanoto.

DUKUNGAN UNTUK RISET DIABETES DAN KANKER

riset diabetes & kanker
Sumber Img: inside-rge.com
Salah satu penyakit lain yang cukup berbahaya adalah diabetes. Problem gula darah ini kian meningkat dari waktu ke waktu. Kasus di Asia khususnya Indonesia juga terbilang tinggi. Hal ini membuat Tanoto Foundation meraih perhatian khusus.

Mereka memberikan dukungan kepada pihak yang melakukan penelitian terkait pencarian solusi diabetes. Salah satu penerimanya adalah Professor Karl Tryggvason dari Duke-NUS Medical School.

Ia melakukan penelitian untuk menemukan obat dan cara penanganan diabetes yang lebih efisien dan murah. "Diabetes ada di mana saja. Sayangnya jumlahnya di Asia kian buruk," katanya.

Pendapat Tryggvason diamini oleh Belinda Tanoto. Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation ini pun mendukung penuh riset yang dijalankan oleh Tryggvason. Harapannya agar solusi terbaik segera dihasilkan.

"Saat ini, 60 persen dari penderita dibetes di dunia ada di Asia. Jumlah itu terbilang lebih tinggi dibanding kawasan lain di dunia. Kami ingin segera mengubahnya," ucap Belinda Tanoto.

Dukungan itu dirasa penting. Tryggvason mengakui bantuan dari Tanoto Foundation membuat geraknya dalam melakukan riset lebih lincah. Ini membuatnya semakin yakin bisa menemukan solusi terbaik dalam problem diabetes.

"Berkat dukungan finansial dari Tanoto Foundation, segalanya menjadi lebih mudah. Dukungan semacam ini sangat penting karena dalam riset kami mencari jawaban tentang sesuatu yang belum diketahui. Hasil riset seperti ini belum bisa dipastikan," kata Tryggvason.

Selain terhadap penyakit kardiovaskular dan diabetes, Tanoto Foundation juga memberikan dukungan terkait penelitian terkait kanker khususnya yang dikenal sebagai Non-Hodgkin’s Lymphoma.

Penelitian ini dirasa penting karena kanker sudah menjadi momok di mana-mana termasuk di Indonesia. Banyak orang yang mengidap penyakit tersebut. Namun, sayang sekali, pemahaman tentang kanker belum dimiliki secara mendalam oleh pihak medis di Asia. Kebanyakan literatur masih berasal dari dunia Barat.

Inilah yang mendasari penelitian yang dilakukan oleh Professor Lim Soon Thye dirasa penting. Apalagi banyak kasus terkait kanker yang terjadi di Indonesia.

"Kebanyakan dari kita pasti mengenal seseorang yang terkena kanker atau malah yang meninggal akibat penyakit mematikan ini. Melalui program dukungan ini, kami ingin mengambil bagian dari program riset kanker terutama kanker yang menimpa banyak pihak di Asia," ucap Belinda Tanoto.

Dalam melakukan dukungan, Tanoto Foundation menyiapkan dua program yang termasuk ke dalam program pendidikan lanjutan. Pertama adalah Tanoto Professorship Award seperti yang diterima para peneliti sejumlah penyakit mematikan tersebut.

Lewat program tersebut, Tanoto Foundation ingin memberi apresiasi tinggi terhadap penelitian yang memiliki nilai manfaat tinggi bagi masyarakat. Tentu saja, hasil riset yang dilakukan mesti berguna untuk khalayak.

Selain itu, Tanoto Foundation juga memiliki program yang dikenal sebagai Tanoto Student Research Award (TSRA). Ini merupakan program tahunan untuk mendukung mahasiswa dalam berinovasi melalui penelitian terapan.

TSRA dimulai oleh Tanoto Foundation pada 2007. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Di sini para mahasiswa bisa mengajukan proposal penelitian yang berfokus pada penerapan pengetahuan dan inovasi pengetahuan yang ada.
Sampai Desember 2015, program TSRA telah mendukung 303 proposal riset. Mereka semua tersebar di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Tentu saja ada banyak manfaat yang diraih masyarakat berkat TSRA. Sejumlah solusi atas problem yang dialami dihasilkan, seperti halnya upaya pemahaman tentang penyakit-penyakit mematikan yang tengah didukung oleh Tanoto Foundation.

Popular posts from this blog

Kesuksesan Karma Reality Show ANTV

Rok Midi Skirt, Rok Serbaguna dan Bisa Dikombinasikan dengan Macam-macam Atasan

Registrasi Pameran Otomotif dan Nikmati Keseruannya